Pesan Kyai Merah Di Hari Pahlawan Nasional

Nasional214 Dilihat

Liputan01.com, Jawa tengah–Terkait hari pahlawan nasional yg jatuh pada tanggal 10 November 2921,Kyai merah mengatakan Karena aku wong purworejo ..jadi aku mengidolakan WR SOEPRATMAN , AHMAD YANI ..purworejo bisa dikatakan kota pahlawan karena banyak pahlawan dr purworejo contoh Urip sumoharjo, Ahmad yani, Wr soepratman, Sarwo Edie wibowo ..dll. Selaku kaum milinial kita tidak cuman bangga dg mbah2 kita pahlawan , akan tetapi yg lebih utama bagaimana kita bisa mensuri tauladani dan meniru Jerih payah dan perjuangannya untuk bangsa ini.. klo dulu berjuang dg mandi keringat dan meneteskan darah bahkan nyawa melayang akan tetapi sekarang kita selaku generasi penerus bangsa harus berjuang dengan cara belajar,mengaji dan berkarya menurut keahliannya masing-masing.

Hari Pahlawan Nasional diperingati untuk mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan yang telah gugur saat masa penjajahan.

Peringatan Hari Pahlawan jatuh pada tanggal 10 November setiap tahunnya.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk memperingati Hari Pahlawan Nasional dengan membagikan kartu ucapan yang berisi gambar bingkai, foto, dan tulisan melalui smartphone.

Sejarah Singkat Hari Pahlawan Nasional

Hari Pahlawan Nasional diperingati pada tanggal 10 November setiap tahunnya.

Dikutip dari semarangkota.go.id, tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran di Surabaya.

Pertempuran ini merupakan pertempuran besar antara tentara Indonesia dan pasukan Inggris.

Adapun pertempuran ini merupakan perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, pertempuran tersebut menjadi pertempuran terbesar dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia dan menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Setelah gencatan senjata antara Indonesia dan tentara Inggris pada tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur membaik.

Namun sayangnya, masih terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya.

Puncak bentrokan tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby yang merupakan pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur pada 30 Oktober 1945.

Kematian Jenderal Mallaby membuat pihak Inggris marah kepada Indonesia
Mayor Jenderal Eric Carden Roberth Mansergh pun menggantikan Mallaby dan mengeluarkan ultimatum 10 November 1945.

Ultimatum tersebut meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA serta ancaman akan menggempur kota Surabaya dari darat, laut, dan udara apabila Indonesia tidak menaati perintah Inggris.

Pihak Inggris juga mengeluarkan instruksi yang berisi semua pimpinan bangsa dan para pemuda di Surabaya harus datang selambat-lambatnya tanggal 10 November 1945 pukul 06.00 pagi yang telah ditentukan.

Namun, ultimatum tersebut tidak ditaati oleh rakyat Surabaya sehingga terjadi pertempuran Surabaya pada tanggal 10 November 1945.

Pertempuran tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga minggu.

Kota Surabaya dikenang sebagai kota pahlawan karena semangat membara tak kenal menyerah walau banyak pejuang dan rakyat yang menjadi korban.(Kribo)

Komentar