Pemkab Belitung Lakukan Kunjungan Studi Komparasi Ke Kabupaten Pekalongan.

Daerah99 Dilihat

JATENG/PEKALONGAN – Liputan01.com  – Pemkab Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sumatera Selatan melakukan Kunjungan Studi Komparasi ke Pemkab Pekalongan, Kamis (03/06/2021).

Rombongan dari Pemkab Belitung dipimpin langsung oleh Bupati Belitung Sahani Saleh S.Sos. Didampingi Sekda MZ Hendra Caya dan beberapa kepala OPD terkait.

Rombongan dari Pemkab Belitung diterima langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si di ruang rapat bupati. Mendampingi Pj. Sekda Ir. Bambang Irianto, M.Si beserta para Asisten, Kepala Bappeda M Yulian Akbar S Sos M.Si, Kepala BPKD Casmidi SE.,M.Si, Kepala Dinkominfo Anis Rosidi S.Sos.,M.Si, serta Direktur Bank Jateng Cabang Kajen.

Kunjungan studi komparasi Pemkab Belitung tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya rencana Pemkab Belitung untuk melaksanakan kegiatan kerjasama dalam bentuk penyertaan modal berupa aset Barang Milik Daerah (BMD) kepada BUMD atau pihak lainnya dalam rangka optimalisasi pemanfaatan BMD dan pendapatan daerah.

Dalam kesempatan itu Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si memaparkan tentang potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Pekalongan kepada Bupati Belitung dan rombongan.

“Kabupaten  Pekalongan selain dikenal batiknya, masyarakatnya sudah menuju masyarakat industry. Berikutnya adalah pertanian. Kami punya komoditas beras.  Kabupaten Pekalongan juga sebagai salah satu sentra pangan di Jawa Tengah dan sudah surplus beras,” ujar Asip.

Disamping batik, lanjut Bupati Asip, ada juga sarung dengan brand yang sudah melegenda, yang dipasarkan ke Sumatyra bahkan diekspor ke Timur tengah.

“70 persen produksi batik nasional diproduksi di Kabupaten Pekalongan. Inilah keunggulan Kabupaten  Pekalongan sehingga kami bersyukur, dari batik inilah kita sudah punya nama, tinggal bagaimana kita melakukan upaya-upaya untuk mempercepat pembangunan, “papar Bupati Asip.

Sektor lain yang bisa dijadikan komparasi adalah sektor pendidikan. Kata Asip, Pemkab Pekalongan sudah berhasil menfasilitasi setidaknya 5 (lima) perguruan tinggi, 2 (dua) diantaranya perguruan tinggi negeri (Undip dan IAIN).

“Kami meyakini pertumbuhan perguruan tinggi akan menjadi salah satu kutub pertumbuhan ekonomi. Kemudian  yang dari swasta juga kita dorong semua,” lanjutnya.

Bupati Asip menambahkan sebagai komparasi lain, Kabupaten Pekalongan punya best practice yaitu laboratorium Kemiskinan  yang mendapat  peringkat 35 Inovasi Nasional.

Dijelaskan Asip, Laboratorium  Kemiskinan adalah  salah satu cara untuk bagaimana menurunkan angka kemiskinan. Upaya ini berhasil sehingga bisa direplikasi dan karenanya  banyak pemerintah daerah belajar tentang laboratorium kemiskinan.

Sementara itu Bupati Belitung Sahani Saleh, S.Sos dalam sambutannya mengatakan bahwa Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Belitung beda kultur budaya. Salah satunya kondisi wilayah Pekalongan berupa daratan, sedangkan Belitung berupa Kepulauan.

“Karena itulah kami dari Pemkab Belitung tertarik melakukan kunjungan studi komparasi ke kabupaten Pekalongan ini,” terangnya.

Bupati Sahani juga menjelaskan Belitung dikenal dengan hasil perkebunan, salah satunya adalah lada. Selain itu Bangka Belitung juga dikenal dengan tambang timahnya. Potensi yang menonjol lain, disamping tambang, timah, adalah potensi kelautan.

“Keunikan dan keindahan laut maupun daratnya menjadi potensi yang menonjol saat ini.  Tanahnya subur, dibawahnya ada tambang,“ tuturnya.

Dikatakan pula salah satu tujuan kedatangan rombongan Pemkab Belitung adalah untuk melihat sejauh mana pihaknya mengolah aset-aset untuk dikerjasamakan dengan pihak lain. (*) Agus.

Komentar