Kisah Hidup Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bontomangape, Sultan Hasanudin Raja Gowa Ke-16

Kabar Sulawesi240 Dilihat

GOWA – Liputan01.Com – Beliau lahir di gowa pada tanggal 12 januari 1631 M/ 7 Jumadil Akhir 1040 H dari pasangan I Manunntungi Daeng mattola Sultan Malikusaid Raja Gowa ke – 15 dengan I Sa’be  Lo’mo Takontu Laikang Terlahir dengan nama Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bontomangape.Sejak kecil hingga remaja sifat kepemimpinan serta ketaatannya dalam beragama sudah Nampak dari caranya menjalani kesehariannya sehingga ia sering di ikutkan oleh ayahandanya dalam berdiplomasi dengan bangsa asing dan menciptalan relasi kepada seluruh kerajaan di bawah naungan Kerajaan Gowa .hingga pada saat beliau berumur 23 tahun ia naik takhta menggantikan ayahandanya menjadi Raja Gowa ke – 16 dengan gelar Sultan Hasanuddin.

Selama berkuasa Kerajaan Gowa telah mencapai puncak kejayaannya yang menaungi 1/3 wilayah.kerajaan Gowa menjadi bandar niaga internasional yang dikenal luas hingga ke seluruh dunia.Namun pada tahun 1667-1669 terjadi peperangan besar yang melibatkan Sultan Hasanuddin beserta armada besarnya untuk mengadakan perlawanan terhadap koalisi besar VOC Belanda.Dimana VOC berkeinginan untuk memonopoli dagang karena melihat Eksistensi Gowa sebagai saingan berat di Asia Lumbung padi di bakar,terumbu karang di laut hancur berkeping-keping namun spirit perlawanan sultan hasanuddin dan pasukannya tidak pernah padam.Melihat situasi negrinya telah porak -poranda dan nasib rakyatnya yang terlantar akibat peperangan besar,mendesak Sultan Hasanuddin menandatangani perjanjian damai VOC belanda di Bongaya.

VOC Belanda mengungkapkan perang terbesar dan tersulit serta mengakibatkan pengeluaran biaya yang sangat besar yaitu melawan kerajaan Gowa .Sehingga Belanda menjuluki De Haantjes Van Het Oosten ( Sang Ayam Jantan dari Timur ) Kepada Sultan Hasanuddin sebab perlawanan beliau yang sangat luar biasa dalam mempertahankan tanah airnya. Sultan Hasanuddin Wafat pada umur 39 Tahun tanggal 12 juni 1670 Tumenaga ri Ballaqpangkana

Pada 6 November 1973 Berdasarkan surat keputusan presiden No 087/TK/1973 Sultan Hasanuddin dianugrahi sebagai pahlawan Nasional atas jasa-jasanya dalam mempertahankan negrinya dari penjajahan. (*) Ikhsan Dg Tika.

Komentar